Sabtu, 28 Juli 2012

Inilah Kisah 5 Presiden RI yang Pernah Tertipu

 
Inilah Kisah 5 Presiden RI yang Pernah Tertipu
Sebagai orang nomor satu di Indonesia, presiden menjadi sosok yang sangatlah disegani dan dihormati oleh banyak masyarakat. Tapi, sepintar dan sehebat apapun seorang presiden ternyata dia juga pernah tertipu. Berdasarkan cacatan sejarah, ada lima presiden Republik Indonesia (RI) yang pernah tertipu. 

Namun siapa sangka, ternyata penipu itu justru datang dari kalangan masyarakat kelas bawah, bahkan tukang becak. Berikut adalah 5 presiden Indonesia yang pernah tertipu:

1. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden SBY hingga saat ini masih menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia. Masa jabatannya akan berakhir pada Pemilu Capres 2014 mendatang. Ternyata selama menjabat, Presiden SBY pernah 'tertipu' dalam kasus blue energy (energi biru). Joko Suprapro, pria asal Nganjuk ini mengaku bisa memproduksi minyak mentah dari air. Dari minyak mentah ini Joko bisa menghasilkan bahan bakar sekelas minyak tanah dan avtur. Presiden SBY mempercayai hal itu dan yakin penemuan itu bisa menjadi solusi di tengah makin meroketnya harga minyak. Namun sayang, ternyata informasi itu hanya bualan saja. Kabarnya kini Joko dilaporkan ke polisi dengan dugaan penipuan.

2. Presiden Soekarno
Penipuan di masa pemerintahan Presiden Soekarno berawal dari kedatangan seseorang yang mengaku Raja Kubu suku anak dalam di Jambi yang masuk ke Istana Merdeka. Tidak tanggung-tanggung, penipu itu memberi gelar dirinya Raja Idrus dan istrinya Ratu Markonah. Kedatangan mereka pun berhasil diliput oleh media dan berbagai foto pun beredar. Karena kehebohan itulah, sejumlah pejabat negara memberikan hormat luar biasa pada raja dan ratu palsu tersebut. 

Di Istana, pasangan 'raja-ratu' yang sebenarnya penarik becak dan pelacur itu sempat di terima sebagai tamu kerhormatan. Mereka diberi uang, menginap dan makan gratis di hotal mewah. Mereka juga dia ajak keliling ke Kraton Yogyakarta dan Surakarta Kedok penipuan ini akhirnya terbongkar saat mereka berjalan-jalan di Jakarta. Saat itu ada seorang tukang becak yang mengaku kenal dengan 'Raja' Idrus yang merupakan rekan seprofesinya di Tegal. Sementara penyamaran 'ratu' juga terbongkar, dia diketahui adalah seorang pelacur kelas bawah yang berasal dari kota yang sama. Dia selalu memakai kaca mata hitam karena sebelah matanya buta.

3. Presiden Soeharto
Pada masa Soeharto, 1970-an, juga terjadi kasus penipuan yang menghebohkan. Saat itu, ada seorang ibu bernama Cut Zahara Fona, asal Aceh yang mengaku mempunyai 'bayi ajaib'. Cut yang selalu mengenakan kain batik mengaku bahwa janin yang ada diperutnya bisa berbicara dan mengaji. 

Kabar tersebut pun langsung membuat heboh banyak masyarakat, apalagi sejumlah media pun ikut ramai memberitakannya. Kabar inipun juga heboh sampai internasional, bahkan Pakistan meminta Cut dan suaminya untuk berkunjung ke sana. Ada juga yang meramalkan 'bayi ajaib' itu, akan menjadi Imam Mahdi setelah lahir. 

Beberapa pejabat negara pun mempercayainya. Bahkan, Menteri Agama KH Mohamad Dachlan juga ikut mempercayai 'bayi ajaib' itu. Karena semakin heboh, akhirnya Cut Zahara diperkenalkan oleh Sekretaris Pengendalian Pembangunan, Brandosono kepada Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto. Tapi ternyata, Ibu Tien masih kurang yakin dengan 'bayi ajaib' Cut dan memintanya untuk diperiksa di RSCM. Ibu Tien semakin curiga karena Cut menolak untuk diperiksa. Benar saja, kabarnya saat Ibu Tien melakukan pemeriksaan ada sebuah tape recorder kecil yang disisipkan di perut Cur Zahara. Ternyata suara mengaji 'bayi ajaib' itu berasal dari tape recorder itu.

4. Presiden Gus Dur
Pada masa Presiden Gus Dur terjadi penipuan dari orang terdekatnya yakni, Soewondo yang merupakan tukang pijat pribadinya. Namun, siapa sangka kedekatan Soewondo dengan orang nomor satu di Indonesia ini justru dimanfaatkan untuk menipu. Soewondo menipu Yayasan Dana Kesejahteraan Karyawan (Yanatera) Badan Urusan Logistik (BULOG) dan dituduh telah melarikan uang yayasan Rp 35 miliar. Soewondo sempat kabur namun akhirnya berhasil ditangkap dan divonis 3,5 tahun penjara.

5. Presiden Megawati
Pada masa Presiden Megawati juga terjadi kasus penipuan. Namun kali ini melibatkan Menteri Agama Kiai Said Agil Almunawar. Menteri bergelar profesor ini membuat heboh lewat kabar adanya harta karun di situs Batutulis Bogor. Agil langsung memimpin tim untuk melakukan penggalian setelah mendapat restu dari Megawati. 

Konon harta karun itu merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran yang jika berhasil ditemukan bisa membayar seluruh hutang negara. Namun sayang, harta karun yang dicari hanya pepesan kosong alias bohong. Said Agil sendiri kini masih menjadi nara pidana karena tuduhan korupsi uang haji. Semoga penipuan-penipuan di atas bisa menjadi pengalaman berharga untuk para pejabat Indonesia. Kita berharap agar pemerintah Indonesia tidak mudah tertipu oleh kabar yang belum jelas sumbernya itu.