Kenapa HIV AIDS Sulit Disembuhkan?


Kalo ngomong tentang HIV AIDS emang agak sedikit ngeri seh heheeh.., yaah namanya juga penyakit, apalagi ampe skarang masi belum ketemu obat penyembuhnya..
Aku bukanlah orang yang ahli tentang hal penyakit, bukan juga seorang peneliti, bukan seorang dokter atau ahli medis, meskipun begitu aku akan mencoba menjawabnya melalui berbagai sumber yang aku dapat.
Kenapa HIV AIDS susah disembuhkan? apakah faktor utama penyebarannya hanyalah berhubungan sex?
itu adalah pertanyaan asli dari mas Habyb, dan mari mulai membahasnya… :D

Apa itu HIV AIDS?

  • HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga sangat gampang terserang penyakit. Pada orang normal, jumlah sel CD4 lebih dari 500 hingga 1500 sel/mikroliter darah. .Sedangkan pada orang yang terinfeksi HIV, CD4 bisa turun sampai 350-50 sel/mikroliter darah bahkan lebih sedikit lagi.
  • AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah dampak (penyakit) yang ditimbulkan dari virus HIV. Bila kita terkena virus HIV kita tidak akan langsung terkena AIDS, ini dikarenakan virus HIV memerlukan waktu yang lama untuk menyerang sistem kekebalan tubuh kita. hm.., jadi gitu yaaa :) (ngelus2 dagu heheheh)

Sejarah AIDS

HIV/AIDS sejak pertama kali ditemukan pada awal tahun 80an, telah banyak merenggut nyawa. Berbagai upaya dilakukan untuk memberantas penyakit ini. Mulai dari pengembangan vaksin, pencarian obat, sampai kampanye untuk melakukan hubungan seks yang sehat. Tetapi, bukannya semakin berkurang atau lenyap, penyakit ini malahan terus menyebar hampir ke seluruh pelosok bumi dan menebar teror kematian. ngeriiiii :(
Dulu mungkin kita masih berpikir bahwa AIDS itu hanya menjangkiti orang-orang di luar negeri sana, atau hanya menjangkiti mereka yang tergolong berisiko tinggi yang pada saat itu terutama pekerja seks komersial. Itulah sebabnya,penderitanya selalu dikaitkan dengan perilaku yang tidak benar seperti pekerja seks komersial atau free sex dan kalangan homoseksual.
Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terkait penyakit HIV/AIDS itu sendiri. Pengetahuan masyarakat masih sepotong-potong tidak komprehensif sehingga muncul berbagai stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS. Padahal, sejatinya penderita ini merupakan korban yang seharusnya mendapatkan empati, betul kan ? :(

Bagaiman Penyebaran HIV AIDS?

Infeksi HIV/AIDS terjadi setidaknya melalui 3 hal
  1. Hubungan seksual (ganti2 pasangan)
  2. Penggunaan jarum suntik secara bergantian atau alat tusuk lain seperti pisau cukur bekas dipakai tercemar HIV / AIDS
  3. Ditularkan dari ibu kepada anak yang dikandungnya
Sebenarnya, virus HIV itu tidak mudah menular. Berbeda dengan virus influenza atau virus lain yang dengan mudah menular dari satu penderita kepada orang lain. Ini karena virus HIV/AIDS bersarang pada sel darah putih yang bisa  ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina dan cairan leher rahim.
Perlu diketahui pula virus ini cepat mati kalau berada di luar suhu tubuh. Karena itu HIV/AIDS tidak bisa menular lewat udara. Sehingga tidak menular ketika bersenggolan, berjabatan tangan, bersentuhan dengan pakaian, penderita, bersin atau batuk-batuk penderita di depan kita, berciuman (dalam konteks yang wajar), lewat makanan dan minuman, gigitan nyamuk serta bersama berenang di kolam renang. hm… gitu yaa….

Berciuman Dengan Penderita HIV AIDS?

Penularan HIV/AIDS dari cairan tubuh di atas harus masuk langsung ke dalam peredaran darah. Memang HIV/AIDS ditemukan dalam jumlah sangat kecil di air liur. Namun, untuk menularkan HIV/AIDS melalui air liur dibutuhkan 1.500 liter air liur. Jadi, penularan melalui pernapasan makan maupun melalui kontak mulut sangat kecil kemungkinannya. weeew jumlah yang banyak heheheheh :D

Tahap-tahap HIV AIDS

Ketika seseorang mulai terjangkit virus HIV AIDS, ada banyak tanda-tanda HIV AIDS yang muncul dalam diri si penderita, yaitu :
Tahap 1 – Periode Jendela
  • Pada tahap ini, virus HIV masuk ke dalam tubuh, dan membentuk antibodi HIV dalam darah.
  • Pada tahap awal ini, tidak ditemukan tanda-tanda HIV AIDSkhusus. Penderita masih tampak sehat dan ia sendiri masih merasa sehat.
  • Bahkan, ketika dilakukan tes HIV, virus HIV tersebut belum terdeteksi.
  • Fase ini biasa disebut periode jendela, yang biasanya berlangsung antara 2 minggu-6 bulan.
 Tahap 2 – HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata berlangsung selama  5-10 tahun
  • Pada tahap ini, virus HIV telah berkembang dan menjalar di dalam tubuh, dan antibodi yang dibentuk semakin kuat.
  • Meski demikian, masih belum terdapat tanda-tanda khusus, dan penderita HIV masih tampak sehat dan merasa sehat.
  • Pada tahap ini, ketika dilakukan tes laboratorium, virus HIV telah dapat terdeteksi karena antibodi terhadap virus ini telah terbentuk dalam tubuh.
  • Namun, pada umumnya, pasien masih tetap tampak sehat dan ini berlangsung selama 5-10 tahun, bergantung daya tahan tubuh. Rata-rata kondisinya akan semakin melemah setelah 8 tahun.
Tahap 3 – HIV Positif (muncul gejala)
  • Pada tahap ini, Tanda-tanda HIV AIDS mulai terlihat. Sistem kekebalan tubuh penderita semakin melemah dan virus HIV sudah mulai menyebar dan semakin kuat.
  • Mulai tampak tanda-tanda HIV AIDS berupa infeksi oportunistik, misalnya pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dan penyakit-penyakit lain yang mudah menyerang dan tidak bisa disembuhkan.
  • Pada umumnya, gejala berlangsung selama lebih dari 1 bulan, bergantung daya tahan tubuh.
Tahap 4 – AIDS
  • Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah.
  • Tanda-tanda HIV AIDS yang dirasakan pada tahap ini boleh dibilang sudah termasuk sangat kritis, karena berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) akan semakin parah. Selain itu, komplikasi penyakit-penyakit lain pun sudah banyak berkembang. Komplikasi penyakit inilah yang pada akhirnya dapat membunuh penderita.

Tanda-tanda HIV AIDS

ada beberapa tanda-tanda saat seseorang terkena HIV AIDS, yaitu :
Orang Dewasa – Tanda Utama AIDS
  1. Kehilangan 10% dari berat badan lebih dari satu bulan tanpa penyebab.
  2. Diare lebih dari satu bulan.
  3. Demam yang berlangsung selama lebih dari satu bulan baik konstan atau datang dan pergi.
Orang Dewasa – Tanda Minor AIDS
  1. Batuk kering yang tidak sembuh-sembuh.
  2. Kulit gatal di seluruh tubuh.
  3. Herpes zoster (mirip cacar air, atau disebabkan virus yang juga mengakibatkan cacar air, virus herpes) yang tidak kunjung sembuh.
  4. Candidiasis, yang putih, mengangkat ruam pada mulut, lidah, atau tenggorokan.
  5. Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan) dengan atau tanpa infeksi aktif.
Anak-anak – Tanda Utama AIDS
  1. Berat badan, atau pertumbuhan lambat.
  2. Diare berat selama 14 hari atau lebih.
  3. Demam selama lebih dari satu bulan.
Anak-anak – Tanda Minor AIDS
  1. Kulit gatal di seluruh tubuh.
  2. Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan).
  3. Candidiasis (bintik-bintik putih) di dalam mulut, lidah, atau tenggorokan.
  4. Infeksi pada telinga, tenggorokan, dan infeksi lainnya.
  5. Batuk yang tidak sembuh-sembuh.

Kenapa Sulit Disembuhkan?

Salah satu sifat HIV yang membuatnya sangat sulit diberantas (bahkan ada yang mengatakannya mustahil) adalah kemampuannya untuk masuk ke dalam untai DNA manusia dan menyembunyikan kode DNA-nya di sana. Fase ini disebut fase laten. Baru setelah keadaan menguntungkan, kode DNA virus yang menyatu dengan kode DNA manusia akan aktif membuat virus baru. Fase ini disebut fase replikasi. gitu yaaaa hm… (ngelus2 dagu lagi )
Obat-obat HIV yang ada saat ini hanya bertujuan membunuh virus yang aktif bereplikasi. Oleh karena itu, obat tersebut tidak pernah tuntas membunuh semua virus yang bercokol di dalam tubuh.
Mengapa tidak dibuat obat untuk membunuh virus pada fase laten? Sangat sulit. Karena membunuh virus pada fase laten sama saja membunuh sel manusia!

Adakah Cara Memberantasnya?

Cara lain yang diperkirakan dapat memberantas virus HIV adalah vaksin HIV. Tujuannya bukan untuk mengobati orang yang telah terinfeksi tetapi mencegah infeksi baru pada orang sehat. Sayangnya upaya ini juga mengalami kesulitan. Pasalnya, virus HIV mempunyai tingkat mutasi yang tinggi.

Obat HIV AIDS

Akhir2 ini banyak literatur tentang obat HIV AIDS, aku juga belum tahu pasti apakah bisa berhasil ato tidak, diantaranya :
  1. Makan jus nangka secara teratur : sumber
  2. Obat Xamthone Plus : sumber
Semoga info ini bisa bermanfaat bagi semuanya…, dan bisa lebih berhati2 terhadap HIV AIDS.
sumber:tanyakenapa.staf.ub.ac.id