Sabtu, 15 September 2012

Inilah Alasan Ilmiah Kenapa Kita Menguap ?










Hooaambbsss.., jadi nguap dulu mau ketik artikel ini hehehe.., kita semua pasti pernah menguap bukan? aktifitas alamiah ini sering kita alami saat merasa mengantuk atau kecapean. Menguap, juga merupakan sinyal dari alam bawah sadar bahwa tubuh kita kurang bergerak.
Terlalu banyak menguap bisa juga berarti bahwa oksigen di dalam otak kita sedang menurun jumlahnya. Tapi sebenarnya apakah gejala menguap itu? Apakah menguap identik dengan mengantuk? Mengapa bisa menguap?

Peneliti dari Universitas Princeton, Amerika Serikat bernama Gordon Gallup, berasumsi bahwa otak kita ini seperti komputer yang bisa “bekerja” dengan baik pada suhu “dingin”, sehingga untuk menjaga suhu otak tetap dingin diperlukan mekanisme menguap tadi.
Gallup dan timnya melakukan penelitian pada musim dingin, dengan meminta pada 80 pejalan kaki secara acak untuk melihat foto orang yang sedang menguap. Kemudian, ia membuat catatan untuk melihat apakah responden ikut menguap. Penelitian ini juga dilakukan saat musim panas. Diketahui, ada setengah dari responden menguap di musim dingin. Sementara, hanya seperempat yang menguap di musim panas.
Terlalu banyak konsumsi kafein
Biasanya saat dilanda rasa letih, orang cenderung mengonsumsi banyak kafien dalam secangkir kopi. Padahal, banyak para ahli yang memaparkan, bahwa terlalu banyak konsumsi kafein malah dapat menyebabkan kondisi letih makin menjadi. Sebaiknya, kurangi kebiasaan meneguk kopi dalam jumlah banyak. Cukup satu cangkir dalam sehari.
Tapi kenapa ketika seseorang menguap yang melihatnya juga ikut menguap?
“Kami berpikir penyebab menguap itu menular karena dipicu oleh mekanisme empatik yang berfungsi untuk menjaga kewaspadaan kelompok. Karenanya menguap adalah tanda empati”  kata pak Gallup, seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (8/4/2010).
Sistem Saraf Cermin
Penyebab lain menularnya menguap karena aktifnya sistem saraf cermin (mirror neurons system) yaitu neuron yang terletak di bagian depan setiap belahan otak vertebrata tertentu. Ketika menerima stimulus (rangsangan) dari spesies yang sama, maka spesies tersebut juga akan mengaktifkan daerah yang sama di otak. Hal inilah yang menyebabkan seseorang akan menguap jika melihat oang lain menguap.
Sistem saraf cermin ini bertindak sebagai penggerak untuk meniru dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran manusia. Karenanya menguap sering dianggap sebagai cabang dari impuls (gerakan) tiruan yang sama. Jika pusat dari sistem neuron cermin tidak aktif saat melihat seseorang menguap, maka hal ini tidak akan memiliki hubungan dengan keinginan merespons untuk menguap.
Semakin kuat seseorang ingin menguap, maka semakin kuat aktivasi dari bagian otak periamygdalar kiri (Daerah periamygdalar adalah zona yang terletak di samping amigdala dan struktur bentuknya seperti kacang almond yang terletak jauh di dalam otak). Hasil temuan ini merupakan tanda neurofisiologis pertama yang mengungkapkan bahwa menguap bisa menular.
Aktivasi beberapa bahan kimia yang ditemukan di otak, misalnya, serotonin, dopamin, glutamin, asam glutamat dan oksida nitrat, dapat pula meningkatkan frekuensi menguap. Sedangkan beberapa bahan kimia lain seperti endorfin justru bisa mengurangi frekuensi menguap.
Tahapan menguap :
  1. Dimulai dengan mulut terbuka
  2. Rahang bergerak ke bawah
  3. Memaksimumkan udara yang mungkin dapat diambil ke dalam paru-paru
  4. Menghirup udara
  5. Otot-otot perut berkontraksi
  6. Diafragma didorong ke bawah paru-paru
  7. Terakhir beberapa udara ditiupkan kembali.
Jadi :
  1. Kita menguap kerana kandungan oksigen di dalam paru-paru berkurangan..
  2. Di dalam peparu terdapat satu organ yang dinamakan sebagai alveoli atau dengan nama lain adalah kantung udara yang berfungsi sebagai pengalir oksigen ke dalam darah dan menyedut karbon dioksida untuk dilepaskan ke luar badan. Jika alveoli ini tidak mendapat udara segar, ia akan kempis dan paru-paru akan mengeras…
  3. Pada ketika inilah otak akan mengarahkan mulut untuk menguap dan menarik udara (oksigen) secukupnya untuk diserapkan ke dalam sel-sel darah merah (hemoglobin) di dalam badan dan organ-organ lain yang memerlukan oksigen..
  4. Antara sebab lain adalah disebabkan badan kita atau otak yang terlalu penat, menyebabkan anggota badan kita tidak cukup oksigen untuk menjalankan proses dengan sempurna. Disebabkan itu lah kita menguap. Tapi kalau dah penat, seeloknya rehatkan diri buat seketika. Tapi pastikan masa rehat kita berkualiti.




    sumber: http://tanyakenapa.staff.ub.ac.id/2012/01/08/kenapa-kita-menguap/