Selasa, 06 November 2012

Inilah 6 Negara Acuan Gubernur DKI Membangun Jakarta

Gubernur dan Wakil Gubernur, Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama kini memimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka pernah mendambakan beberapa wilayah kota metropolitan ini kondisinya mirip dengan daerah serupa di luar negeri.
Seperti angan-angan Jokowi beberapa waktu lalu. Dia ingin daerah perbelanjaan Blok-M di Jakarta Selatan bisa dibangun mirip seperti kawasan Orchard Road di Singapura. "Kaya di Singapura, di Orchard Road. Tapi nanti ada orang jualan cenderamata, ada yang main gitar," kata Jokowi saat itu. Dia mengimpikan kawasan Blok-M yang sohor sejak lama itu menjadi ruang masyarakat buat berkreasi. Tidak sekedar jalan-jalan atau berbelanja.

Ada beberapa negara lain jadi rujukan para pemimpin Jakarta pendahulu Jokowi. Berikut daftarnya:

1. Kolombia

Kolombia pernah menjadi rujukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelas tahun lalu. Gubernur saat itu, Sutiyoso, memiliki angan membangun sistem transportasi umum terpadu dengan niat mengurangi kemacetan dan jumlah pengguna kendaraan pribadi di Ibu Kota. Kebetulan, Kolombia tengah mengembangkan sistem bus cepat bernama Transmilenio di Ibu Kota Bogota.

Pada 2004, Transjakarta atau umum disebut Busway, lahir. Sistem transportasi itu meniru Transmilenio. Meski saat itu baru satu koridor siap, diharapkan hal itu menjadi solusi jangka panjang mengurai kemacetan dan menekan pengguna kendaraan pribadi. Tetapi, walau sudah delapan tahun berjalan, Transjakarta dianggap belum menjadi solusi baku mengurangi tingkat kepadatan jalan raya.

Sering tidak tepat waktu, keamanan yang rentan, dan jumlah armada yang tidak sebanding dengan banyaknya penumpang menjadi nilai minus Transjakarta. Tetapi, mau tidak mau, masyarakat menerima keadaan itu karena tidak punya pilihan lain buat memperoleh sistem transportasi publik layak sampai saat ini.

2. Thailand

Pengelolaan kawasan prostitusi di Thailand pernah ditiru oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Meski mendapat tentangan dari banyak kalangan, Bang Ali, sapaan Ali Sadikin, tetap pada pendiriannya.

Bang Ali kagum setelah melihat Thailand mampu mengatur lokasi pelacuran. Mereka mengumpulkan para penjaja seks itu di wilayah Patpong, Nana Plaza, Soi Cowboy di Ibu Kota Bangkok, Pattaya, Phuket (Patong), Hat Yai, Chiang Mai dan Koh Samui (Chaweng dan Lamai). Bang Ali terkesan lantaran Negeri Gajah Putih itu bisa mengatur penempatan bisnis esek-esek sehingga tidak menimbulkan kesan jorok dan menjijikkan.

Sepulang dari Thailand, Bang Ali mulai mengumpulkan para pelacur di satu tempat di Jakarta Utara bernama Kramat Tunggak. Dia meniru Negeri Seribu Pagoda itu memfasilitasi kegiatan prostitusi dengan harapan Jakarta tidak terlihat kotor dan dan jorok lantaran para kupu-kupu malam menjajakan diri di pinggir jalan. Terutama di wilayah Senen dan Kramat Raya yang saat itu tenar sebagai etalase bisnis esek-esek masa itu.

3. Amerika Serikat

Bukan Ali Sadikin namanya jika tidak membikin kontroversi. Usai membangun pusat pelacuran di Kramat Tunggak, Bang Ali juga berniat membangun pusat judi dan hiburan malam di Ancol, Jakarta Utara.

Bang Ali benar-benar mengimpikan Jakarta sebagai kota yang benar-benar menyuguhkan hiburan mewah seperti di kota Las Vegas, Los Angeles, atau San Diego di Amerika Serikat. Menurut dia, suatu kota dikatakan baik bila mampu mengembangkan dunia pariwisata dan rekreasi. Hasil pengamatannya terhadap tiga kota itu dia coba terapkan di Jakarta.

Setelah kembali ke Indonesia, Bang Ali lalu memerintahkan konglomerat Ciputra pemilik PT Pembangunan Jaya membangun kawasan Ancol menjadi wahana rekreasi warga Ibu Kota. Padahal, dulunya jarang orang bertandang ke Ancol. Kondisi yang kumuh dan desas-desus soal angkernya daerah itu membuat banyak orang berpikir dua kali meski hanya sekedar lewat daerah itu.

Namun, di tangan Ciputra, kesan Ancol yang kotor dan seram beranjak berubah manis. Dia menyulap wilayah itu menjadi kawasan perumahan elit, industri, rekreasi dan pariwisata. Bang Ali pun mengizinkan klub hiburan malam dan panti pijat beroperasi di sana buat menambah semarak dan daya tarik Jakarta sebagai kota yang menyenangkan.

4. Belanda

Banjir air laut atau lebih dikenal dengan nama rob menjadi ancaman bagi warga Jakarta. Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pernah mengusulkan membangun bendungan raksasa sebagai perlindungan saat air laut pasang.

Memang jika dilihat sekilas, proyek itu ambisius. Dana dikeluarkan pun tidak sedikit. Tetapi, menurut Foke, sapaan Fauzi Bowo, hal itu penting lantaran saban tahun muka wilayah Jakarta mengalami penurunan. Jika tidak diantisipasi, bisa-bisa sebagian wilayah bakal terendam air laut.

Proyek itu merujuk pada keberhasilan Belanda membangun sistem bendungan raksasa dan drainase buat melindungi wilayahnya dari terjangan air laut. Bendungan Zuiderzee memang mampu membuat kagum tidak hanya dari ukuran, tapi juga soal semangat dan pertaruhan manusia dalam membangun wilayahnya.

5. Singapura

Gubernur DKI Jakarat periode 2012-2017, Joko Widodo berencana menata kawasan pusat perbelanjaan di Blok M dan mal EX di Thamrin menjadi creative publik space seperti di Singapura.

"Kaya di Singapura kaya Orchard Road. Tapi nanti ada orang jualan handy craft ada yang main gitar. Saya mau lihat lapangannya," kata Jokowi, Senin (29/10) lalu.

6. Korea Selatan

Tak hanya Jokowi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok bercita-cita membuat Sungai Ciliwung bening dan kinclong dilihat. Ahok tidak ingin Sungai Ciliwung terlihat keruh dan banyak sampah.

"Sungai-sungai kan jadi bening, tanah lumpur minyak oli, jadi bagus, yang tidak ada ikan jadi ada ikan," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Sabtu (2/11).

Rencananya, Ahok akan bekerjasama dengan Profesor asal Korea Selatan. Dan beberapa hari lalu, Ahok sudah mendengarkan pemaparan bagaimana membuat sungai semula kotor bisa menjadi bening.

"Di China juga ada seperti itu, nah kami pingin dengerin Profesor Profesor itu. Nah kebetulan ada temen yang kenal, mereka lagi presentasi di Setneg, lalu saya dengar saya undang, kan bagus bisa menguraikan sampah, pakai mikro bakteri pemakan sampah, dan aman buat manusia," ujar Ahok.

sumber