Jumat, 23 November 2012

Rumah Ditengah Jalan Tol akibat menolak kompensasi relokasi

Ketika pemerintah daerah kota Wenling, Cina, memutuskan untuk membangun jalan tol baru, mereka menawarkan semua warga meninggalkan tanah mereka, dg memberikan kompensasi relokasi
Namun, satu rumah milik pasangan tua menolak untuk pindah karena mereka merasa bahwa tawaran itu terlalu rendah untuk menutupi biaya pembangunan kembali. Akibatnya, jalan tol dibangun di sekitar rumah mereka dan rumah sekarang berdiri tepat di tengah-tengah jalan raya yang baru dibangun. Mobil yang melalui jalan tol itu dipaksa  berkeliling rumah itu agar bisa lewat.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket
UPDATE !!!!

Setelah bertahan beberapa hari dari usaha penggusuran, akhirnya rumah setinggi lima tingkat milik Luo Baogen asal Kota Wenling, Provinsi Zhejiang, China rata dengan tanah.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (1/12) Baogen semula menolak keras digusur sebab biaya penggantian tidak sesuai. Rumah itu satu-satunya sempat bertahan meski sekitarnya sudah dibangun jalan bebas hambatan. Namun akhirnya dia menyetujui bangunan itu dibongkar sebab dia merasa terganggu dengan banyaknya orang mengunjungi tempat tinggalnya.

Sejak kisah rumah itu dimuat di beberapa media, Baogen menerima kunjungan banyak orang saban hari. Ini membuatnya tidak nyaman.

Jalan itu belum dibuka secara resmi. Baogen menerima uang penggantian Rp 399,6 Juta. Ini jauh lebih besar dibandingkan para tetangganya yang ikut tergusur sebab proyek jalan itu.

Saat komunis berkuasa penuh kepentingan rakyat mengalahkan kepemilikan pribadi. Namun hukum di China saat ini telah diubah dan setiap kekayaan individu tidak dapat dihancurkan kecuali ada persetujuan dengan pemiliknya.

Wow, syukurlah Happy Ending !!!