Jumat, 04 Januari 2013

Renungan: Debat Professor Murtad Vs Mahasiswa

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Tingkat kecerdasan seseorang ataupun pendidikan seseorang bisa membutakan hati nurani dan kebenaran hakiki. Berhati-hatilah. Mungkin penjahat kecil hanya merusak area tertentu tapi Seorang yang cerdas mampu merusak pemahaman, tatanan dan bahkan kemakmuran negerinya. Di bawah ini ada Humor ringan tentang Debat Profesor Murtad Versus Mahasiswa. Dan mengenai apresiasinya terserah para pembaca untuk menilainya. Admin harap tetap dalam koridor yang positif.


Salah satu sifat manusia adalah ingin mengetahui semuanya melampaui kemampuan dirinya. Termasuk ingin mengetahui ke-ada-an Tuhan Sang Maha Pencipta.

Apakah semua yang ada berasal dari ketiadaan?
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada ?
Apakah kejahatan itu ada ?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan ?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor. Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.

Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu - 460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas. Kata Mahasiswa tsb.
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.
Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna.
Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?" Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Prof. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya rasa KeTuhanan, hati nurani dan dan kasih sayang dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang
timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam. Ruangan menjadi hening ....

Penutup by Admin:
Mari kita pahami diri sendiri dan selalu mawas diri. Kepintaran, kecerdasan dan tingginya tingkat pendidikan salah satunya bisa menjebak kita pada pemikiran yang murtad dan mengingkari adanya Tuhan. Kepintaran bisa membuat jebakan kesombongan dan merasa diri selalu benar. 
Ingatlah darimana Sumber ilmu itu berasal dan ingatlah bahwa ilmu manusia hanya setetes air di lautan di banding Ilmu Illahi.
...Peace for all religion