Rabu, 20 Februari 2013

5 Aliran Besar Silat di Indonesia

Seiring perkembangan zaman, silek atau silat yang disebarkan masyarakat Minangkabau, berkembang sesuai dengan kondisi geografisnya. Selama berabad-abad pula, setiap aliran ini berkembang juga menjadi banyak perguruan. Berikut ini Redaksi Mizan.com merangkum "5 Aliran Besar Silat di Indonesia". Setiap aliran di berbagai daerah di bawah ini memiliki perbedaan dari sisi gerak, kelincahan, dan metode pertahanan tubuh. Sebab, setiap perguruan memadukannya dengan improvisasi dari seorang guru.
 


Silek Harimau, Minangkabau. Silek Harimau Minangkabau adalah aliran seni beladiri yang berkembang di Minangkabau, Sumatera Barat. Silat diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di sana bukan hanya sebagai kemampuan beladiri, tapi juga sebagai warisan budaya. Dengan kuda-kuda yang kukuh dan daya tinju yang keras, Silek Harimau seolah menggambarkan keganasan dan kekerasan seekor Harimau Sumatera. Aliran silat ini yang kemudian diangkat ke film Gareth Evans yang berjudul "Merantau" (2009).



Silat Cimande, Jawa Barat. Cimande adalah aliran maenpo (Silat Sunda) di daerah Tari Kolot, Cimande, Bogor, Jawa Barat. Cimande adalah sebuah aliran pencak silat yang tergolong tua, besar, terkenal dan memiliki pengaruh pada aliran lainnya di Pulau Jawa. Cimande memiliki lima aspek yaitu aspek olahraga, seni budaya/tradisi, beladiri, spiritual dan pengobatan. Aspek terakhir, yaitu pengobatan (termasuk pijat/ atau urut gaya Cimande dan pengobatan patah tulang), sangat terkenal di masyarakat luar Cimande sekali pun.



Silat Merpati Putih, Yogyakarta. Merpati Putih merupakan pencak silat yang berkembang dari tradisi Jawa sejak tahun 1550. Didirikan tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta. Aliran ini mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri, dengan jumlah kelompok latihan yang sangat banyak dan lulusan di seluruh Indonesia yang mencapai jutaan. Pencak silat ini dikenal juga dengan nama "Beladiri Tangan Kosong" (Betako).



Silat Cingkrik, Betawi. Silat Cingkrik merupakan salah satu dari 300 aliran silat Betawi. Salah satu tokoh terkenalnya adalah Si Pitung, sekalipun banyak yang masih menganggapnya fiktif. Karakter teknik beladirinya adalah mengandalkan take-down atau bantingan (mirip gulat), dengan mengandalkan kekokohan kedua kaki. Cingkrik Goning, misalnya, memiliki 80 teknik take-down yang bisa dipelajari hingga selesai.



Silat Perisai Diri. Silat Perisai Diri adalah teknik silat Indonesia yang ditemukan Pak Dirdjo, sebagai Pendekar Purna Utama yang pernah mempelajari 150 lebih aliran silat Nusantara. Tak hanya itu, ia juga mempelajari aliran Kung Fu Siauw Liem Sie (Shaolin) selama 13 tahun. Ilmu beladiri yang diperolehnya tersebut berpengaruh terhadap teknik beladiri dalam silat Perisai Diri, yang banyak mengandalkan pada elakan. Gesit, lincat hingga sulit ditangkap merupakan cirri aliran ini. Aliran ini juga terkenal dengan serangannya yang biasanya dilakukan dengan kekuatan maksimum. Silat ini paling banyak dikenal di dunia, dan dengan anggota yang tersebar hingga Australia, Eropa, Jepang dan Amerika Serikat.



Aliran-aliran silat di atas hanya sebagian kecil dari aliran-aliran Silat di Indonesia yang jumlahnya begitu banyak. Semoga semua aliran itu, perlahan akan mulai dikenal, dicintai dan dipelajari oleh masyarakat kita, khususnya serirng mendunianya film The Raid.


kaskus.u