Minggu, 10 Maret 2013

5 Spesies Primata di Pulau Jawa












Pulau Jawa punya lima spesies primata. Dari 5 spesies, 4 di antaranya adalah endemik alias hanya hanya terdapat di Pulau Jawa. Kelima primata itu adalah:
 
 1. Lutung Jawa (Trachypithecus auratus)
Hewan ini dikenal juga dengan sebutan Langur atau Budeng dan bisa ditemui hutan-hutan di seluruh pulau jawa. Memiliki panjang 98 Cm dari kepala hingga ekor dan berwarna hitam. Uniknya, ketika fase kecil dan remaja, warna bulunya adalah orange. Lutung sendiri merupakan hewan yang beraktivitas di siang hari dan arboreal alias selalu ada di atas pohon. Dia termasuk herbivora yang memakan buah, daun, dan kuntum bunga. Meskipun begitu, dia juga memakan serangga. Statusnya menurut IUCN adalah rentan.

2. Owa Jawa (Hylobates moloch)
Hewan ini bisa ditemui di hutan-hutan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Memiliki berat sekitar 8 Kg, Owa Jawa berwarna perak dan tidak berekor. Owa sendiri beraktivitas di siang hari dan dapat ditemui sedang bergelayutan di antara batang pohon. Di alam, hewan ini hanya berjumlah 2 ribu ekor. Sehingga IUCN memasukannya ke dalam status terancam. 

3. Surili Jawa (Presbytis comata)
Sama seperti Owa Jawa, Surili hanya dapat ditemui di hutan-hutan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tubuhnya didominasi warna abu-abu dengan warna putih di bagian depan tubuhnya. Surili termasuk hewan herbivora dengan makanan utamanya adalah daun. Berbeda dengan Lutung dan Owa yang biasa hidup di pohon, Surili seringkali tampak beraktivitas di lantai hutan. Saat ini, Surili hanya berjumlah kurang dari seribu ekor di alam. IUCN memasukannya ke dalam status terancam. 

4. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)
Monyet Ekor Panjang dapat ditemui tidak hanya di pulau Jawa, tetapi juga di Sumatera, Kalimantan, Bali, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Monyet ini biasa digunakan untuk seni Topeng Monyet. Tubuhnya didominasi oleh warna cokelat keabu-abuan dan memiliki panjang hingga 65 Cm dari kepala hingga ekor. Keberadaannya sangat berlimpah di alam sehingga IUCN memasukannya ke status Tidak Diperhatikan.

5. Kukang Jawa (Nycticebus javanicus)
Hanya ditemukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah, hewan ini bergerak sangat lamban sekali. Panjang tubuhnya sekitar 30 Cm dan biasa terlihat beraktivitas di hutan bambu. Primata yang hidup di malam hari ini, tubuhnya didominasi warna cokelat muda dengan garis cokelat tua yang memanjang dari bagian belakang kepalanya hingga ekor. Jumlahnya di alam sudah tidak diketahui. IUCN sendiri memasukannya dalam status terancam. Tak hanya itu saja, Kukang termasuk dalam 25 primata paling terancam di dunia.(**)


Sumber: Dari berbagai sumber, 2011